Minggu, 26 Februari 2023

KARYA TULIS "BERBAGI PENGALAMAN BERSAMA SUBSIDI TEPAT"

 

BERBAGI PENGALAMAN BERSAMA SUBSIDI TEPAT

 

Saya seorang ibu rumah tangga yang memiliki peran dalam membantu suami di keluarga kami. Ketika saya melihat poster PERTAMINA dalam “berbagi pengalaman bersama subsidi tepat” dengan membuat karya tulis, maka dengan semangat yang membara saya ingin menuangkan sedikit isi hati. Kegiatan saya di Ibukota ini sejujurnya sangat sukacita, karena sarana dan prasana yang sangat lengkap, dekat dengan rumah sakit, dekat dengan ritel perbelanjaan, wisata dalam kota apalagi transportasi yang beragam. Sehari-hari saya lebih sering menggunakan kendara roda dua, selain menghindarkan kemacetan, saya juga dengan cepat berpaling jalan jika saya salah arah/jalan, bukan hanya itu saja, jika ingin bertanya kepada orang disekitar, penggunaan kendaraan roda dua juga sangat mudah. Sehingga kendaraan roda dua saya sudah seperti kaki bagi saya. Saya juga seorang pekerja yang menggunakan motor saya dalam menggemban tugas kerja, di tahun 2023 ini saya sudah dua kali mendengar perubahan harga bahan bakar mesin. Sejujurnya sedikit membuat saya was-was dengan kondisi gaji saya yang hanya sebatas upah minimum regional Jakarta. Harga pertalite yang tahun 2022 sempat 7.650 hingga naik menjadi 10.000, naik hingga 35% dan itu juga masih disubsidi oleh pemerintah. Tanggapan saya tentang itu sungguh bukan sesuatu yang sangat mengejutkan, karena kehidupan yang semakin bertambah tahun dan berkembangnya jiwa penduduk menjadikan Sembako juga meningkat pemenuhannya.

Kota Jakarta yang sangat padat penduduknya, bahkan orang Jawa barat juga banyak yang bekerja di kota ini, menjadikan kota Jakarta tidak pernah tidur. Sehingga masih ada POM Bensin yang buka selama 24 jam. Permintaan penduduk yang melakukan aktivitas menjadikan salah satu kebutuhan pokoknya ialah bahan bakar kendaraan. Bahkan disaat jam sudah menunjukkan pukul 23.59, kendaraan di POM Bensin tertentu masih memiliki antrian yang panjang untuk mengisi bahan bakar, salah satu yang ikut mengantri adalah Transjakarta. Saat ini di bulan Februari 2023, sekali mengisi bahan bakar saya bisa terkena 45 ribu rupiah dengan jangka 2 hari berikutnya saya harus mengisi bahan bakar pertalite lagi. Jujur, menggunakan Pertalite menjadikan saya boros. Satu ketika saya mengisi bahan bakar kendaraan saya menggunakan pertamax 92 dengan pembayaran 57 ribu rupiah di bom bensin tertentu dan habis di jangka 4 hari dengan jarak tempuh yang sama dengan pertalite. Namun ketika saya harus memiliki kegiatan diluar kebiasaan, menjadikan saya harus mengisi bahan bakar dalam jangka 2 hari. Dan itu sangat menguras keuangan saya.

Pertamina banyak mengeluarkan bahan bakar, ada yang berbentuk gas maupun cair, begitu juga dalam penggunaan saya pada gas untuk kompor. Saat ini saya menggunakan gas 3 kg yang tertulis hanya untuk orang miskin. Terkadang dalam hati nurani saya, bagaimanakah sebenarnya yang dikatakan oleh kata-kata yang ada di badan tabung gas ini. Meskipun sebenarnya saya bukan orang miskin yang tidak memiliki pekerjaan. Namun kehidupan di kota Jakarta menuntun kehidupan yang sangat mengeluarkan banyak uang, bukan karena berfoya-foya. Saya sebagai Ibu Rumah tangga tidak memiliki karakter yang hanya menghamburkan uang pada benda yang tidak berguna. Sejujurnya saya juga pernah menggunakan gas elpiji yang besar yang tabung 12 kg, namun harganya saat ini sudah mencapai 220 ribu, bagaimana saya harus mengirit keuangan saya untuk pendidikan anak saya ditahun berikutnya? Bahkan masih banyak pertanyaan lain yang muncul dibenak saya, ini masih persoalan pada bahan bakar kendaraan dan bahan bakar gas untuk memasak di keluarga saya.

Kepada Pertamina, banyak harapan saya untuk kemajuan ke depan. Jika saya membandingkan diri saya dengan yang ada di pedalaman, mungkin saya akan sulit dalam mendapatkan bahan bakar, apalagi jika sudah jam delapan malam ke atas, begitu juga dengan gas elpiji di daerah yang sedikit sulit didapatkan bahkan harganya yang sangat berbeda dengan yang ada di Ibu kota Jakarta ini. Jujur dalam ilmu ekonomi ini semua sangat biasa. Namun ketika pemerataan yang tepat dalam pembagian subsidi, saya rasa akan sangat membantu para ibu rumah tangga lainnya. Saya sangat berharap akan adanya cikal akan penerus bangsa yang mampu menciptakan bahan bakar yang ramah lingkungan sehingga pemerintah tidak perlu melakukan subsidi tepat lagi. Karena bangsanya sudah cerdas dan mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dengan salah satunya pengembangan bahan bakar yang ramah lingkungan dengan quality Control yang maksimal, tanpa harus ada yang terpinggirkan dan merasa menderita dalam menghidupi keluarganya. Kegiatan yang penuh damai meskipun berada didaerah terpencil namun dapat menikmati perkembangan zaman dalam menggunakan bahan bakar. Majulah selalu Pertamina, karena Pertamina adalah penyalur penggunaan bahan bakar. Dan kami para Ibu bahkan lainnya sangat membutuhkan bahan bakar demi kelangsungan hidup. Terimakasih dari Jun Extin Loyalti Purba Jakarta.

Minggu, 06 November 2022

SERI GURU BELAJAR DAN BERBAGI "PEMIMPIN MERDEKA BELAJAR"

 


Berikut ini adalah hasil refleksi saya sebagai guru unuk tugas kanva pemimpin merdeka belajar. 
dari peserta didik yang saya ajarkan ditingkat 7 SMP ini, yang baru saja mengalami perubahan pola ajar yang mereka lalui dengan miskonsepsi ajaran pada kelas 5 dan kelas 6. Jika ada masukan atau saran, saya siap untuk kita boleh berdiskusi. Terima kasih Bapak/Ibu Guru Hebat